Dagangan Tak Laku, Kakek Penjual Sapu Rela Tidur Dijalan Sambil Menahan Lapar
Dagangan Tak Laku, Kakek Penjual Sapu Rela Tidur Dijalan Sambil Menahan Lapar

Dagangan Tak Laku, Kakek Penjual Sapu Rela Tidur Dijalan Sambil Menahan Lapar

Seluruh dicoba demi sesuap nasi. Beberapa orang menempuh masa tuanya dengan begitu susah serta masih wajib terus banting tulang buat dapat bertahan hidup. Perihal inilah yang pula wajib dicoba oleh seseorang kakek berikut ini.

Dikutip dari halaman kitabisa. com, dia bernama Mbah Sanaswan yang saat ini umurnya telah menggapai 91 tahun. Dia tiap harinya mencari rezeki dengan metode berjualan lidi yang cuma dijual Rp2. 000 saja.

Buat berjualan umumnya dia menempuh ekspedisi yang jaraknya kurang lebih 30 km dari rumahnya ke Kota Cilacap, Jawa Tengah. Dengan badan yang bungkuk serta perut kosong, dia memikul sekarung sapu lidi.

Walaupun dia menjual sapu lidi dengan harga yang begitu murah, namun terkadang cuma laku satu saja, apalagi kerap tidak habis. Jika tidak terdapat ongkos, dia juga terpaksa tidur di jalur sebab tidak terdapat duit buat kembali.

Dia terpaksa tidur di jalanan semacam ini dengan beralaskan koran saja. Badannya juga telah mulai lemas sebab seharian wajib menahan lapar, namun sayangnya dia tidak memiliki duit buat makan.

Dikala letih kala menjajakan jualannya, kakek juga hendak duduk di pinggir jalur sembari memijat bahu serta kakinya. Lambat- laun, kakek mengendalikan hembusan napasnya yang sesak serta mengumpulkan tenaganya lagi buat keliling jualan sapu lidi kembali.

Kakek sendiri wajib senantiasa banting tulang di umurnya yang telah tua renta sebab dia wajib menghidupi sang bungsu yang masih tinggal dengannya. Anak- anaknya yang lain telah berkeluarga tiap- tiap.

Ayo kita bantu ringkan beban kakek dengan berdonasi lewat link beriku ini. Mudah- mudahan dia sehat senantiasa serta dilancarkan rezekinya buat dapat bertahan hidup. Terima kasih orang baik.

Ayo Bantu Kakeknya dengan berdonasi di link berikut : https://kitabisa.com/campaign/pedulikakeksapu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *