Ibu Ini Terancam Masuk Penjara 5 Tahun Usai Ambil HP Orang yang Jatuh
Ibu Ini Terancam Masuk Penjara 5 Tahun Usai Ambil HP Orang yang Jatuh

Ibu Ini Terancam Masuk Penjara 5 Tahun Usai Ambil HP Orang yang Jatuh

Seorang wanita di Malang harus mengeram dibalik jeruji besi Polsek Turen. Dia ketangkap CCTV saat ambil HP orang yang jatuh di depannya.

Penyidikan polisi pastikan wanita berinisial TK (30) itu ambil HP bukan kepunyaannya. TK yang disebut masyarakat Binangun, Kabupaten Blitar terancam hukuman 5 tahun penjara.

Kapolsek Turen Kompol Suko Wahyudi menerangkan, perampokan HP dilaksanakan terdakwa saat ada di ruangan tunggu sebuah bank pada Minggu (20/6/2021) malam.

“Tanpa diakui HP punya korban jatuh dan diambil oleh terdakwa. Sesudah ambil uang di ATM, terdakwa tinggalkan lokasi tanpa memberitahukan korban jika HP-nya jatuh di lantai,” terang Suko ke detikcom, Jumat (16/7/2021).

Sesudah sadar HP kepunyaannya lenyap, korban selanjutnya melapor ke Polsek Turen. Dengan bekal rekaman CCTV di lokasi peristiwa, polisi selanjutnya menyelidik dan mengenali aktor.

Dua minggu berlalu, terdakwa kembali tiba ke bank itu, untuk membenarkan kartu ATM yang hancur. TK waktu itu tidak mengetahui bila dianya sudah dicari oleh polisi. Keamanan bank yang menyaksikan kehadiran terdakwa langsung melapor ke Polsek Turen.

Tanpa perlawanan terdakwa pada akhirnya ditangkap bersama tanda bukti HP punya korban. “Tanda bukti berbentuk HP tidak dipasarkan, tetapi digunakan sendiri,” tambah Suko.

Ke polisi, ibu rumah-tangga itu akui tidak menduga tindakannya berbuntut teror penjara. “Saya tidak paham, ambil HP jatuh dapat dipidana. HP saya gunakan sendiri tidak saya jual,” sebut TK.

Sumber : detik.com

Check Also

Viral Baju Dinas DPRD Tangerang dari Louis Vuitton, Anggarannya Fantastis

Viral Baju Dinas DPRD Tangerang dari Louis Vuitton, Anggarannya Fantastis

Penggunaan bahan yang akan dijadikan baju dinas anggota DPRD Kota Tangerang menjadi sorotan. Sebab, salah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *